Ketika Cinta Harus Memilih
Hidup ini sangat banyak pilihan, hanya saja kita sebagai manusia harus
pandai dalam memilih jalan hidup kita masing-masing. Yang pasti dia harus
berbasis dunia dan akhirat.
Ketika denyut asmara mulai menyapa dengan syahdu, “ Oh
indahnya, terasa tak ada lagi selain dia. Tapi , perasaan itu tak akan
seterusnya berwarna-warni bagai pelangi di senja hari. Adakala ia akan redup
karena suatu pilihan yang harus kita tentukan sejak saat ini. Yaitu, tancapkan
rasa dalam hati / pergi menjauh dari perasaan yang tidak pernah biasa ini.
Tatkala melodi cinta sedang bersenandung, “ Oh manisnya senyum di
pipinya itu, “ Mengisi ruang hati yang kosong menjadi penuh dengan semua
tentang dia. Tapi ingatlah, semua itu hanyalah sementara . Karena tahukah kamu
siapa pendamping hidup kamu kelak,, ? Belum tentu dia yang sekarang sering dia
pikirkan. Sadarlah, jalan hidup kita masih panjang , hidup yang hanya 1 kali
ini saja jangan pernah kau buat sebagai bahan percobaan yang tak tahu kapan
akan berakhir.
Tujuan hidup kita bukan hanya untuk cinta, meskipun cinta
pada hakikatnya adalah sebuah kebutuhan buakan untuk taruhan.
Mintalah kepada Illahi agar hati kita selalu sejuk bagai
embun pagi yang selalu taat dengan seluruh seruan sang Pencipta. Walau berat
melupakan rasa , tapi kau pasti bisa melepaskannya. Walau rindu datang menyapa
, tapi yakinlah masih banyak yang lebih baik darinya.
Cukup 1 do’aku padaMu ya allah ,,,
“ Jika memang dia tercipta untukku , satukan kami melalui
tanganMu. Tapi jika dia bukan tercipta untukku, maka tuntunlah aku kedalam
Cahaya RidhoMu. Amiin “
Aku tahu , melupakan rasa memang tak semudah
awal mencintai . Telah banyak memori yang terkikis oleh semua tentang dia. Aku
tahu , terasa bahagia bila melihatnya , tapi inilah saatnya aku memilih agar
mencintaimu dalam diam. Cukup Allah tempat sandaran seluruh tentang kamu yang
ku cintai….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar